KPU Sahkan Kemenangan Aman

KPU Sahkan Kemenangan Aman

TOLITOLI – Pasangan Moh Saleh Bantilan dan Amran Hi Yahya ditetapkan KPU Tolitoli sebagai pemenang Pemilukada Tolitoli. Penetapan kedua calon bupati dan wakil bupati itu dilakukan melaui rapat pleno terbuka rekapitulasi penghitungan suara yang digelar di Gedung Wanita Tolitoli, Kamis (5/8).

Penetapan hasil penghitungan tersebut kemudian disahkan oleh KPU dengan penandatanganan berita acara perolehan suara oleh seluruh anggota KPU dan saksi masing-masing kandidat cabup dan cawabup, yang selanjutnya dituangkan dalam Surat Keputusan (SK) KPU bernomor : 36/Kpts/KPU.KT-240.433.170/2010 tentang penetapan pemenang Pemulukada.

Meski telah ditetapkan oleh KPU, namun saat penanda tanganan berita acara tersebut, saksi kandidat cabup dan cawabup pasangan Nomor 3 Iskandar Nasir dan Supratman Andi Agtas (Beriman) menolak bertanda tangan karena menilai hasil penghitungan tersebut belum final, karena masih ada sekitar 5.923 suara sah yang oleh KPPS dinyatakan tidak sah karena coblos tembus yang mengakibatkan terjadi dua lubang coblosan.

“ Dengan tegas kami menolak penetapan dan pengesahan ini, karena kami menganggap hasilnya belum final. Masih ada 5923 suara sah yang dinyatakan tidak sah. Dan sebelum itu dihitung kembali kami tidak akan pernah menyetujui hasilnya,” teriak Iswanti saksi nomor 3 saat diberi kesempatan bicara usai ketua KPU mengetuk palu pengesahan.

Pada kesempatan itu, Iswanti juga menyatakan, KPU harus mengakomodir keberatan mereka. Pihaknya katanya, akan segera mendaftarkan materi gugatan mereka secara on line dan disusul keberangkatan beberapa tim untuk mendaftarkan langsung materi gugatan tersebut ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Saat itu Iswanti juga mengungkapkan, sesuai dengan data hasil penetapan KPU dan data yang mereka miliki, sebanyak 5.923 suara coblos tembus tersebut tidak saja merugikan kandidat nomor urut 3 (Beriman), namun juga telah merugikan kandidat lain. Dari 5.923 suara coblos tembus tersebut, berdasarkan hitungan saksi mereka ada sekitar 60 persen suara milik pasangan Beriman, selebihnya milik kandidat lain.

Itu dasar kuat yang menjadi dasar sehingga pihaknya keberatan dan menuntut kertas suara coblos tembus tersebut dihitung kembali dan dinyatakan sah sesuai surat edaran KPU bernomor: 140/KPU.KT-024.433170/VII/2010 tentang edaran penegasan teknis pemungutan dan penghitungan suara pada diktum 2 huruf d. Di situ disebutkan, apabila terdapat coblos tembus, suara dinyatakan sah jika coblos tembus tersebut tidak mengena gambar pasangan lain,” ungkapnya.

Ketua KPU Alfian Masyhur menanggapi keberatan tersebut, menyatakan siap digugat dan memberikan waktu kepada tim pemenangan pasangan Beriman untuk mendaftarkan gugutannya ke MK dalam tenggat waktu paling lama tiga hari setelah keputusan tersebut. Menurutnya selama tiga hari tidak ada tembusan daftar gugatan, maka KPU akan segera menetapkan proses jadwal pelantikan calon bupati terpilih.

Menanggapi masalah coblos tembus, Alfian menyatakan sehari sebelum pelaksanaan voting day, pihaknya telah mengirimkan edaran kepada PPK, PPS dan KPPS bersama dengan pendistribusian kotak dan kertas suara ke kecamatan masing-masing. Hanya saja menurutnya tidak sempat lagi melakukan sosialisasi dikarenakan terbatasnya waktu serta kondisi keamanan Tolitoli akibat terjadinya rentetan kejadian pengrusakan dan pembakaran.

Sementara berdasarkan hasil akhir rekapitulasi perolehan suara 10 kecamatan yang telah ditetapkan dan disahkan oleh KPU melalui rapat pleno terbuka.

Saat rapat peleno tersebut, KPU juga mengumumkan dari jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 146,212 yang menyalurkan hak suaranya di sepuluh kecamatan, yakni 93,841 suara. Yang tidak memilih sebanyak 52,371 suara sehingga persentase Golput sebesar 30 persen. (http://www.radarsulteng.com | yus)