Tolitoli Salah Satu Potensi Daerah Sulawasi Tengah

POTENSI DAERAH SULAWESI TENGAH
  1. 1. Infrastruktur
v  Perhuhubungan
Jaringan Jalan
  • Status jalan
  1. Nasional             :  1.285,34 km
  2. Propinsi              :  1.535,03 km
Jumlah                 :  2.820,37 km
  • Kondisi Jalan
  1. Nasional
  • Diaspal           :  1163,34  km
  • Kerikil                        :  110,00  km
  • Tanah              :  12,00  km
  1. Propinsi
  • Diaspal           :  1327,03  km
  • Kerikil                        :  63,00  km
  • Tanah              :  145,00  km
Jembatan
  • Panjang                    :  0,37  km
  • Jumlah                     :  9 buah
Terminal
  • Kelas B                     :  1 unit
  • Kelas C                    :  2 unit
Pelabuhan laut
  • Kota Palu                          :  Pelabuhan Pantoloan dan Pelabuhan Veri
Taipa
  • Kabupaten Donggala      :  Pelabuhan Moutong, Donggala, Wani dan
Parigi
  • Kabupaten Poso              :  Pelabuhan    Poso ,    Wakai ,    Ampana ,
Bungku,  Kolonedale   dan  Wosu
  • Kabupaten Banggai         :  Pelabuhan Luwuk, Pagimana, dan Bunta
  • Kebupaten Banggai
Kepulauan                                    :  Pelabuhan Banggai dan   Salakan
  • Kabupaten Buol               :  Pelabuhan Palele dan leok
  • Kabupaten Tolitoli          :  Pelabuhan Tolitoli dan Dede
Pelabuhan Udara
  • Domestik
    • Bandara Udara Mutiara Palu
    • Perintis
      • Bandara Udara Bubung Luwuk
      • Bandara Udara Kasiguncu Poso
      • Bandara Udara Lalos Tolitoli
      • Bandara Udara Pogogul Buol
v  Irigasi                       : 201 di seluruh Sulawesi Tengah
Irigasi Gumbasa Dolo
Irigasi Roraya I,
Irigasi Amolto
Irigasi Roraya II
irigasi Karaopa Morowali
Irigasi Bella-Kumpi  Banggai
v  Pos danTelekomunikasi
Kantor Pos                                             : 7 unit
Jasa titipan status cabang/agen         : 21 unit
Telekomunikasi
  • Kapasitas sentral                              : 19 SST
  • Kapasitas Terpasang                       : 46,359 SST
  • Kapasitas Terpakai                          : 40,622 SST
  • Pelanggan                                          : 39,884 SST
  • Telepon Umum                                : 156 SST
  • Wartel                                                            : 1,161 SST
Penyedia jaringan Internet      (ISP)    : 8 buah
Pengguna Band Frekuensi
  • Amatir radio                                     : 312 stasiun
  • KRAP (RAPI)                                                : 157 stasiun
v  Perbankan
1 Kantor Cabang  Bank Indonesia
1 Kantor Pusat  Bank Pembangunan daerah
2 Kantor Cabang Bank Pembangunan  Daerah
2 Kantor Cabang Pembantu Bank Pembangunan Daerah
8 Kantor Cabang Bank Umum Swasta Nasional
1 Kantor Cabang Pembantu Bank Umum Swasta Nasional
3 Kantor Pusat Bank Perkreditan Rakyat
13 Kantor Cabang Bank Umum Pemerintah
5 Kantor Cabang Pembantu Bank Umum Pemerintah
1 Kantor Kas Tabungan Negara
v  Energi
Sumber Energi Listrik
  • PLTU
    • Jumlah     : 1 unit
    • Kapasitas            : 30000 Kw
    • PLTD
      • Jumlah     : 22 unit
      • Kapasitas            : 56,200 Kw
Jangkauan Pelayanan Energi Listrik
  • Persentase Listrik perkotaan          : 100 %
Sarana Pelayanan bahan Bakar
  • SPBU                                      : 12 Buah
  • UPPDN Pertamina               : 1 buah
  1. 2. Potensi Ekonomi
v  Potensi Energi
Panas Bumi
Tenaga Air Mini & Mikro
Hilir Migas
v  Potensi Laut dan Air Tawar
Potensi lestari perairan laut Sulawesi Tengah diperkirakan sebesar 1.593.796 ton per tahun dengan rincian :
–            Zona I (Selat Makassar/Laut Sulawesi) sebesar 929.700 ton
–            Zona II (Teluk Tomini) sebesar 596.620 ton
–            Zona III (Teluk Tolo) sebesar 68.456 ton
v  Potensi Sumber Daya Mineral
Di Wilayah Provinsi Sulawesi Tengah terdapat potensi mineral yang masih memerlukan penelitian terlebih lanjut mengenai jumlah depositnya yang tersedia antara lain :
Batubara
Lokasi bahan galian di Desa Ensa. Tomata, Kecamatan Mori Atas, Kabupaten Morowali dengan tebal lapisan 0,3 – 1,0 meter, jenis gambut (peat), lignit dan brown coal; desa sekitar Toaya dan Tamarenja, Kecamatan Sidue, Kabupaten Donggala dengan lokasi penyebaran sekitar 15 Ha terdapat pada formasi Malosa, berselang seling dengan lempung dan batu pasir halus sampai kasar dengan ketebalan 0,15 – 3,0 meter. Dari hasil analisa “grab sampling” menunjukkan kadar air 20,79 persen, abu 9,68 persen, fix carbon 29,55 persen, belerang 1,26 persen dengan nilai kalori 4130 Kkal.
Nikel
Terdapat di Kecamatan Petasi, Bungku Tengah, Bungku Selatan Kabupaten Morowali dengan Luas Wilayah tambang 36.635 Ha.
Galena
Bermanfaat untuk pembungkus kabel, solder, amunisi, pembuatan lempeng Pb, baterai dan bahan tube. Terdapat di sungai Lewara Hulu, Kecamatan Marawola, Kabupaten Donggala
Emas
Terdapat di Kecamatan Palu Selatan dan Palu Utara, Kota Palu dengan luas wilayah tambang 561.050 Ha; Kecamatan Parigi Moutong, Kabupaten Parigi Moutong (46.400 Ha); Kecamatan Paleleh, Bunobogu, Dondo, Kabupaten Buol (746.400 Ha); Kecamatan Lore Utara, Kabupaten Poso (19.180 Ha) dan Kecamatan Biromaru Kabupaten Donggala (288.700 Ha).
Molibdenum
Terdapat di desa Malala Kecamatan Dondo, Kabupaten Tolitoli
Chromit
Terdapat di Kecamatan Mori Atas (229 Ha), Kecamatan Bungku Barat dan Bungku Tengah, Kabupaten Morowali (1.003 Ha), Kecamatan Momunu  Kabupaten Buol, Kecamatan Bulagi Kabupaten Banggai Kepulauan
Tembaga
Terdapat di Moutong Kabupaten Parigi Moutong dan Sungai Bukal Kabupaten Buol
Belerang
Terdapat di Kecamatan Una-Una Kabupaten Tojo Una-Una
Granit
Terdapat di Kabupaten Tolitoli, Kabupaten Donggala, Kabupaten Banggai Kepulauan dan Kabupaten Tolitoli
Marmer
Terdapat di Kabupaten Poso dan Kabupaten Morowali
Pasir dan Batu
Terdapat hampir di semua sungai dalam jumlah yang cukup besar
Diorit dan Andesit
Terdapat di Kecamatan Banawa dan Tawaili Kabupaten Donggala dan Kabupaten Buol
Pasir Felspar-Kuarsa
Terdapat di Kabupaten Donggala dan Kabupaten Tolitoli
Gibsum
Terdapat di Mamboro Kecamatan Palu Utara Kota Palu dan Kendek Kecamatan Banggai
  1. 3. Investasi
v  Investasi Sektor pertambangan dan energi
Propinsi Sulawesi Tengah memiliki sumberdaya bahan galian dan mineral, antara lain mineral logam industri dan bahan bangunan serta bahan bakar fosil yaitu batu bara dan minyak. Bahan galian golongan A (strategis) antara lain minyak dan gas bumi, batu bara, dan nikel. Bahan galian vital (golongan B) antara lain emas, molibdenum, chronit, tembaga dan belerang. Bahan galian golongan C (bukan strategis dan Vital) melipiti sirtukil, granit, marmer, pasir kuarsa, pasir besi, lempung dan sebagainya.
Potensi pertambangan bahan galian strategis (Golongan A) barupa minyak dan gas bumi terletak di Kabupaten Banggai dan Morowali, Gas Alam berlokasi di Kabupaten Banggai pada tahap eksplorasi, Batubara berlokasi di Kabupaten Morowali dan Kabupaten Banggai Kepulauan pada tahap eksploitasi, Nikel berlokasi di Kabupaten Morowali, Kabupaten Banggai dan Kabupaten Tojo Unauna pada tahap eksplorasi sedangkan yang masih bersifat indikasi yaitu Galena (Timah Hitam) berlokasi di kabupaten Donggala, Kabupaten Tolitoli dan Kabupaten Poso. Sampai saat ini masih dilakukan eksplorasi antara lain berlokasi di Minahaki, Serono I Matindok oleh PT. Union Texas, Serono II oleh PT. Expan & Pertamina, Sinorang I dan Dongin oleh Pertamina, dan lepas pantai Tiaka desa rata kecamatan Toili oleh PT. Expan dan Pertamina, di lapangan Tiaka juga terdapat cadangan minyak bumi sebesar 110 juta barel. Di Sinorang Kecamatan Batui terdapat cadangan gas 4 trilyun kubik (TCF) yang dapat dimanfaatkan untuk industri petro kimia, elpiji, bahan bakar pabrik, dan pembangkit listrik dan gas. Sementara jenis bahan galian golongan C yang telah mempunyai prospek pasar dilihat dari jumlah, potensi, dan kualitas adalah pasir, batu dan kerikil (sirtukil). Penggunaannya semakin besar karena kebutuhan terus meningkat sejalan dengan perkembangan pembangunan. Khusus menyangkut material agregat ini selain memenuhi kebutuhan lokal yang semakin berkembang seiring dengan makin baiknya ekonomi masyarakat, setiap tahunnya telah diantar pulaukan utamanya ke kalimantan. Dengan demikian prospek ini akan mendorong berkembangnya industri pasir batu kerikil.
v  Sirtukil, emas, batu pasir dan kuarsa
v  Investasi sektor pertanian (sub sektor perkebunan)
Potensi lahan pertanian yang telah dimanfaatkan hingga tahun 2005 mencapai 218.832 Ha (luas panen) .
Komoditi perkebunan yang diusahakan di Sulawesi Tengah smpai tahun 2004 terdiri atas 16 komoditi dengan luas areal mencapai 479.588 Ha dengan produksi 727.060 ton. Dari total luas tersebut 86,81 % dikelola dalam bentuk perkebunan rakyat dan 13,19 % oleh perkebunan besar swasta.
v  Lahan pertanian bawang goreng
v  Perkebunan kakao
v  Investasi sektor peternakan dan kelautan
Jenis-jenis ternak yang diusahakan di Sulawesi Tengah antara lain: Sapi, Kerbau, Kuda, Kambing Domba dan Babi, sedang unggas ialah Ayam Ras, Ayam Kampung dan Itik. Jenis-jenis ternak diatas diklasifikasikan sebagai berikut:
  1. Ternak besar, meliputi Sapi, Kerbau serta Kuda
  2. Ternak kecil, meliputi Kambing, Domba serta Babi, dan
  3. Ternak Unggas, meliputi Ayam Ras, Ayam Kampung dan ltik
v  Budidaya ayam petelur
v  Property
v  Perumahan
Berdasarkan hasil susenas tahun 2006 di Sulawesi Tengah terdapat sebanyak 64,94 % rumah tinggal beratapkan seng. Sementara jenis lantai bukan tanah mempunyai persentase yang lebih tinggi yaitu 87,45 %. Jika silihat dari luas lantai, maka rumah tinggal dengan luas lantai di atas 150 m2 ternyata terbesar beada di kota Palu yaitu 7,59 %, tetapi di kabupaten Tojo Una-Una hanya 1,41 % saja.
  1. Industri
v  Kerajinan Rotan
v  Kerajinan Kayu Hitam
v  Bawang Goreng
v  Meubelair
  1. A. Kondisi Ekonomi
    1. a. Potensi Unggulan Daerah
1)        Potensi Sumber Daya Alam
Potensi Lahan
  1. Kawasan Hutan         4.394.932 Ha.
– Hutan Lindung      1 .489.923 Ha.
–  Hutan Suaka & Wisata         500.589 Ha.
–  Hutan Produksi Tetap      1.476.316 Ha.
–  Hutan Konversi          251.856 Ha.
  1. Non Kawasan Hutan            1.192.253 Ha.
    1. Untuk Pertanian    672.759 Ha.
– Sawah         108.067 Ha.
– Perkebunan           200.074 Ha.
– Tegalan, Peternakan, Pertambangan dll          519.548 Ha.
  1. Untuk Pemukiman             519.548 Ha.
2) Potensi Sumber Daya Manusia
Sampai dengan saat ini Propinsi Sulawesi Tengah tergolong propinsi yang masih jarang pendudukunya, meskipun pertumbuhan penduduknya cukup tinggi.
Berdasarkan sensus penduduk tahun 1961 jumlah penduduk daerah ini baru 693.157 jiwa, tahun 1971 mejadi 913.662 jiwa, tahun 1980 menjadi 1.284.428 jiwa, tahun 1990 menjadi 1.711.327 jiwa, tahun 2000 menjadi 2.079.201 jiwa dan berdasarkan P4B jumlah penduduk sulawesi tengah mencapai 2.242.916 jiwa pada tahun 2003 serta tahun 2005 menjadi 2.284.659 jiwa.
3) Potensi Sektor Pertanian dan Perkebunan
Potensi lahan pertanian yang telah dimanfaatkan hingga tahun 2005 mencapai 218.832 Ha (luas panen) .
Komoditi perkebunan yang diusahakan di Sulawesi Tengah smpai tahun 2004 terdiri atas 16 komoditi dengan luas areal mencapai 479.588 Ha dengan produksi 727.060 ton. Dari total luas tersebut 86,81 % dikelola dalam bentuk perkebunan rakyat dan 13,19 % oleh perkebunan besar swasta.
4) Potensi Sosial Budaya
Suku bangsa Kaili merupakan penduduk mayoritas di Propinsi Sulawesi Tengah, disamping suku-suku lainnya seperti Dampelas, Kulawi dan Pamona. Selain itu secara keseluruhan masih ada suku-suku lainnya yang tidak begitu besar seperti Balaesang, Tomini, Lore, Mori, Bungku, Buol Tolitoli.
Secara tradisional masyarakat Sulawesi Tengah memiliki seperangkat pakaian adat yang dibuat dari kulit kayu ivo
Komoditi unggulan
Sektor Perkebunan yaitu biji kakao yang menjadi andalan Suawesi Tengah hanya diperdagangkan dalam bentuk bahan mentah (raw material export) dengan perolehan nilai tambah yang tidak optimal. Untuk mendapatkan hasil yang berwujud barang setengah jadi atau barang jadi dengan nilai kompetitf yang sangat tinggi untuk peran global dan domestic perlu diolah melalui sentuhan teknologi maju.
Perairan Sulawesi Tengah yang hampir tiga kali luas daratan mempunyai potensi sumber daya perairan sekitar ± 214.000 ton per tahun dengan pengelolaan lestari sekitar 92.298,20 ton per tahun yang terdapat pada 3 zona yaitu Zona I = Selat Makassar, Zona II = Teluk Tomini dan Zona III = Teluk Tolo dengan berbagai Janis ikan pelagis kecil, ikan pelagis besar, ikan demersal, ikan lain termasuk crustasea udang laut, cumi-cumi, teripang, rumput laut, kerang mutiara dan jenis biota laut lainnya.
TERIPANG
Potensi teripang di perairan Sulawesi Tengah berlokasi di :
–          Perairan Kab Banggai Kepulauan
–          Perairan Kab. Tojo Una-una
–          Perairan Kab Toli-toli
–          Perairan Kab Poso
–          Perairan Kab Donggala
NAPOLEON
Ikan Napoleon merupakan salah satu jenis ikan yang banyak ditemukan diperairan Sualwesi Tengah seperti :
–          Perairan Kab Banggai Kepulauan
–          Perairan Kab Tojo Una-una
–          Perairan Kab Toli-toli
–          Perairan Kab Poso
–          Perairan Kab Donggala
KEPITING KENARI
Merupakan salah satu Biota yang dilindungi sesuai PP No. 7 Thn 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa. Yang banyak terdapat di Wilayah Sulawesi Tengah seperti :
–          Kab Banggai Kepulauan
–          Kab Tojo Una-una
–          Perairan Kab Tol-toli
–          Perairan Kab Donggala
Sektor peternakan yaitu pengembangan komoditi sumber daya peternakan mempunyai prospek investasi yang sangat menarik untuk penggemukan sapi potong. Disamping itu pengembangan jenis ternak lainnya seperti Kambing, Domba Ekor Gemuk, Ayam Buras dan Itik.
Sektor pertambangan jenis bahan galian batu granit dan marmer memiliki potensi yang cukup menjanjikan baik dari segi luas kawasan dan cadangannya maupun dari segi kualitas dan pemasarannya.
–          Granit Donggala tersingkap di Pegunungan Gawalise dan Desa Pesaku, 23 Km dari Kota Palu.
–          Marmer dan Granit Parigi tersingkap di Pegunungan (Perbukitan dan Sungai Morontale Kecamatan Ampibabo, Perbukitan Tolae Kecamatan Sausu, Sungai Parigimpu Kecamatan Parigi, Sungai, Sungai Ogomojalo Lambori Kecamatan Tomini.
–          Granit Toli-toli, tersingkap di Kecamatan Galang dan Kecamatan Dondo masing-masing 23Km, 65 Km dari Toli-toli dan 430Km dari Kota Palu.
–          Marmer Poso tersingkap di Pegunungan Pamona Utara 56Km dari Kota Poso dan 276Km dari Kota Palu
–          Marmer Morowali tersingkap di Pegunungan Korowu Kecamatan Beteleme 200Km dari Kota Poso dan 456Km dari Kota Palu.
–          Granit Bangkep, tersingkap di desa Lambako 9Km dari Kota Banggai dan di Desa Tolisetubono dan Paisumosoni.
Sektor Pariwisata, dengan posisi sangat strategis diapit oleh 2 pintu masuk daerah tujuan wisata yaitu Sulawesi Selatan dan Sulawesi Utara, didukung oleh kondisi alam dan budaya yang relative masih sangat alami, daerah Sulawesi Tengah memberikan peluang sangat besar di Sektor Pariwisata.
  1. Wisata Alam
–          Taman Nasional Lore Lindu (Kab Donggala dan Kab Poso) 230.000 Ha mengandung potensi flora dan fauna tropis khas Sulawesi dan Patung Megalith
–          Cagar Alam Morowali (Kab. Morowali) 200.000 Ha memiliki sungai jernih, flora dan fauna unik serta dihuni Suku Wana (Masyarakat Tradisonal),
–          Pemandian alam Kemalingon dan air terjun Pinamula di Kab. Buol.
–          Taman Laut Pulau Kecil dan Pantai Pasir Putih di Kep. Togean (Teluk Tomini), Tanjung Karang (Teluk Palu), Pulau Labobo Bangkurung (Kab. Banggai Kepulauan)
–          Danau Poso di Tentena Kab. Poso
–          Pulau Lutungan Toli-toli, 120Km sebelah Selatan Toli-toli
–          Pantai Lambungan Pauno di Kec. Banggai Kab Banggai Kepulauan
–          Panorama Salodik Luwuk, 27Km sebelah Utara Kota Luwuk
–          Teluk Tomori, Batu Payung terletak di perairan Teluk Tomori Kab Morowali dan Kab Parigi Moutong.
  1. Wisata Agro
–          Perkebunan, Kolam dan Tambak ikan, antara lain Lembah Napu (Kab. Donggala), Bungku Kolonedale, Beteleme (Kab Morowali), Buol (Kab. Buol) Maleali
  1. Wisata Budaya dan Minat Khusus
–          Arung Jeram sungai Lariang Kab. Donggala
–          Peniggalan Purbakala (Kab. Poso)
–          Tari Paulu Cinde, Pamonte, Nabai Keluku di Kota Palu