Becak

Di kota Cengkeh,ada suatu kendaraan rakyat yang masih jadi faforit dari masyarakat kota cengkeh ini.Kendaraan itu adalah kendaraan roda tiga yang di beri nama becak.Kendaraan ini tergolong merakyat,dan sangat santai untuk di naiki oleh siapa  saja.
Sungguh suatu pemendangan yang indah dan natural sekali,apabila kita ingin melihat kendaraan roda tiga ini.Ngomong-ngomong bensinya adalah manusia,maksudnya tenaga manusia.Biasanya masyarakat di tolitoli sering menyebut pengendara becak ini dengan sebutan abang becak.
Lihat Gambar dibawah ini,ini adalah salah satu tempat mangkal faforit para abang becak.Biasanya mereka(para abang becak) minum kopi atau makan dan bercanda gurau di tempat mangkal mereka…se-olah-olah mereka tidak merasakan letih sehabis menarik becak.Sungguh kami pribadi sangat kagum dengan daya juang mereka dalam mengarungi kerasnya kehidupan saat ini.
Pernah kami (penulis) menaiki kendaraan ini,dan kami berbicang dengan abang becak yang sedang mengayuh…sungguh menakjubkan sekali, abang becak tersebut melayani pembicaraan kami juga walaupun dia sementara mengayuh becaknya..woow..dalam hati kami berkata kuat sekali abang becak tersebut.Tidak terlihat ngos-ngosan.Kami tidak bisa bayangkan kalau kami yang begitu.Sudah pasti kurang lebih pingsan..bagaimana tidak..?..sementara mengayuh di ajak bercerita..?…habis napas kami nantinya..!,karena yang di kayuh ini ada isinya..!…berat lagi…”salut !” …”salut !”…”salut dan salut !”,hanya itu yang bisa kami katakan dengan para abang becak tersebut.
Inilah salah satu potret sisi-sisi kehidupan yang ada di kota cengkeh ini.Dari sini bisa di lihat bahwa masyarakat tolitoli adalah masyarakat yang mempunyai sifat pekerja keras.
(Chandra Alam)