Updates from Maret, 2010 Toggle Comment Threads | Pintasan Keyboard

  • Chandra Alam 4:04 pm on 28 March 2010 Permalink
    Tags: , , ,   

    POTENSI DAERAH SULAWESI TENGAH
    1. 1. Infrastruktur
    v  Perhuhubungan
    Jaringan Jalan
    • Status jalan
    1. Nasional             :  1.285,34 km
    2. Propinsi              :  1.535,03 km
    Jumlah                 :  2.820,37 km
    • Kondisi Jalan
    1. Nasional
    • Diaspal           :  1163,34  km
    • Kerikil                        :  110,00  km
    • Tanah              :  12,00  km
    1. Propinsi
    • Diaspal           :  1327,03  km
    • Kerikil                        :  63,00  km
    • Tanah              :  145,00  km
    Jembatan
    • Panjang                    :  0,37  km
    • Jumlah                     :  9 buah
    Terminal
    • Kelas B                     :  1 unit
    • Kelas C                    :  2 unit
    Pelabuhan laut
    • Kota Palu                          :  Pelabuhan Pantoloan dan Pelabuhan Veri
    Taipa
    • Kabupaten Donggala      :  Pelabuhan Moutong, Donggala, Wani dan
    Parigi
    • Kabupaten Poso              :  Pelabuhan    Poso ,    Wakai ,    Ampana ,
    Bungku,  Kolonedale   dan  Wosu
    • Kabupaten Banggai         :  Pelabuhan Luwuk, Pagimana, dan Bunta
    • Kebupaten Banggai
    Kepulauan                                    :  Pelabuhan Banggai dan   Salakan
    • Kabupaten Buol               :  Pelabuhan Palele dan leok
    • Kabupaten Tolitoli          :  Pelabuhan Tolitoli dan Dede
    Pelabuhan Udara
    • Domestik
      • Bandara Udara Mutiara Palu
      • Perintis
        • Bandara Udara Bubung Luwuk
        • Bandara Udara Kasiguncu Poso
        • Bandara Udara Lalos Tolitoli
        • Bandara Udara Pogogul Buol
    v  Irigasi                       : 201 di seluruh Sulawesi Tengah
    Irigasi Gumbasa Dolo
    Irigasi Roraya I,
    Irigasi Amolto
    Irigasi Roraya II
    irigasi Karaopa Morowali
    Irigasi Bella-Kumpi  Banggai
    v  Pos danTelekomunikasi
    Kantor Pos                                             : 7 unit
    Jasa titipan status cabang/agen         : 21 unit
    Telekomunikasi
    • Kapasitas sentral                              : 19 SST
    • Kapasitas Terpasang                       : 46,359 SST
    • Kapasitas Terpakai                          : 40,622 SST
    • Pelanggan                                          : 39,884 SST
    • Telepon Umum                                : 156 SST
    • Wartel                                                            : 1,161 SST
    Penyedia jaringan Internet      (ISP)    : 8 buah
    Pengguna Band Frekuensi
    • Amatir radio                                     : 312 stasiun
    • KRAP (RAPI)                                                : 157 stasiun
    v  Perbankan
    1 Kantor Cabang  Bank Indonesia
    1 Kantor Pusat  Bank Pembangunan daerah
    2 Kantor Cabang Bank Pembangunan  Daerah
    2 Kantor Cabang Pembantu Bank Pembangunan Daerah
    8 Kantor Cabang Bank Umum Swasta Nasional
    1 Kantor Cabang Pembantu Bank Umum Swasta Nasional
    3 Kantor Pusat Bank Perkreditan Rakyat
    13 Kantor Cabang Bank Umum Pemerintah
    5 Kantor Cabang Pembantu Bank Umum Pemerintah
    1 Kantor Kas Tabungan Negara
    v  Energi
    Sumber Energi Listrik
    • PLTU
      • Jumlah     : 1 unit
      • Kapasitas            : 30000 Kw
      • PLTD
        • Jumlah     : 22 unit
        • Kapasitas            : 56,200 Kw
    Jangkauan Pelayanan Energi Listrik
    • Persentase Listrik perkotaan          : 100 %
    Sarana Pelayanan bahan Bakar
    • SPBU                                      : 12 Buah
    • UPPDN Pertamina               : 1 buah
    1. 2. Potensi Ekonomi
    v  Potensi Energi
    Panas Bumi
    Tenaga Air Mini & Mikro
    Hilir Migas
    v  Potensi Laut dan Air Tawar
    Potensi lestari perairan laut Sulawesi Tengah diperkirakan sebesar 1.593.796 ton per tahun dengan rincian :
    –            Zona I (Selat Makassar/Laut Sulawesi) sebesar 929.700 ton
    –            Zona II (Teluk Tomini) sebesar 596.620 ton
    –            Zona III (Teluk Tolo) sebesar 68.456 ton
    v  Potensi Sumber Daya Mineral
    Di Wilayah Provinsi Sulawesi Tengah terdapat potensi mineral yang masih memerlukan penelitian terlebih lanjut mengenai jumlah depositnya yang tersedia antara lain :
    Batubara
    Lokasi bahan galian di Desa Ensa. Tomata, Kecamatan Mori Atas, Kabupaten Morowali dengan tebal lapisan 0,3 – 1,0 meter, jenis gambut (peat), lignit dan brown coal; desa sekitar Toaya dan Tamarenja, Kecamatan Sidue, Kabupaten Donggala dengan lokasi penyebaran sekitar 15 Ha terdapat pada formasi Malosa, berselang seling dengan lempung dan batu pasir halus sampai kasar dengan ketebalan 0,15 – 3,0 meter. Dari hasil analisa “grab sampling” menunjukkan kadar air 20,79 persen, abu 9,68 persen, fix carbon 29,55 persen, belerang 1,26 persen dengan nilai kalori 4130 Kkal.
    Nikel
    Terdapat di Kecamatan Petasi, Bungku Tengah, Bungku Selatan Kabupaten Morowali dengan Luas Wilayah tambang 36.635 Ha.
    Galena
    Bermanfaat untuk pembungkus kabel, solder, amunisi, pembuatan lempeng Pb, baterai dan bahan tube. Terdapat di sungai Lewara Hulu, Kecamatan Marawola, Kabupaten Donggala
    Emas
    Terdapat di Kecamatan Palu Selatan dan Palu Utara, Kota Palu dengan luas wilayah tambang 561.050 Ha; Kecamatan Parigi Moutong, Kabupaten Parigi Moutong (46.400 Ha); Kecamatan Paleleh, Bunobogu, Dondo, Kabupaten Buol (746.400 Ha); Kecamatan Lore Utara, Kabupaten Poso (19.180 Ha) dan Kecamatan Biromaru Kabupaten Donggala (288.700 Ha).
    Molibdenum
    Terdapat di desa Malala Kecamatan Dondo, Kabupaten Tolitoli
    Chromit
    Terdapat di Kecamatan Mori Atas (229 Ha), Kecamatan Bungku Barat dan Bungku Tengah, Kabupaten Morowali (1.003 Ha), Kecamatan Momunu  Kabupaten Buol, Kecamatan Bulagi Kabupaten Banggai Kepulauan
    Tembaga
    Terdapat di Moutong Kabupaten Parigi Moutong dan Sungai Bukal Kabupaten Buol
    Belerang
    Terdapat di Kecamatan Una-Una Kabupaten Tojo Una-Una
    Granit
    Terdapat di Kabupaten Tolitoli, Kabupaten Donggala, Kabupaten Banggai Kepulauan dan Kabupaten Tolitoli
    Marmer
    Terdapat di Kabupaten Poso dan Kabupaten Morowali
    Pasir dan Batu
    Terdapat hampir di semua sungai dalam jumlah yang cukup besar
    Diorit dan Andesit
    Terdapat di Kecamatan Banawa dan Tawaili Kabupaten Donggala dan Kabupaten Buol
    Pasir Felspar-Kuarsa
    Terdapat di Kabupaten Donggala dan Kabupaten Tolitoli
    Gibsum
    Terdapat di Mamboro Kecamatan Palu Utara Kota Palu dan Kendek Kecamatan Banggai
    1. 3. Investasi
    v  Investasi Sektor pertambangan dan energi
    Propinsi Sulawesi Tengah memiliki sumberdaya bahan galian dan mineral, antara lain mineral logam industri dan bahan bangunan serta bahan bakar fosil yaitu batu bara dan minyak. Bahan galian golongan A (strategis) antara lain minyak dan gas bumi, batu bara, dan nikel. Bahan galian vital (golongan B) antara lain emas, molibdenum, chronit, tembaga dan belerang. Bahan galian golongan C (bukan strategis dan Vital) melipiti sirtukil, granit, marmer, pasir kuarsa, pasir besi, lempung dan sebagainya.
    Potensi pertambangan bahan galian strategis (Golongan A) barupa minyak dan gas bumi terletak di Kabupaten Banggai dan Morowali, Gas Alam berlokasi di Kabupaten Banggai pada tahap eksplorasi, Batubara berlokasi di Kabupaten Morowali dan Kabupaten Banggai Kepulauan pada tahap eksploitasi, Nikel berlokasi di Kabupaten Morowali, Kabupaten Banggai dan Kabupaten Tojo Unauna pada tahap eksplorasi sedangkan yang masih bersifat indikasi yaitu Galena (Timah Hitam) berlokasi di kabupaten Donggala, Kabupaten Tolitoli dan Kabupaten Poso. Sampai saat ini masih dilakukan eksplorasi antara lain berlokasi di Minahaki, Serono I Matindok oleh PT. Union Texas, Serono II oleh PT. Expan & Pertamina, Sinorang I dan Dongin oleh Pertamina, dan lepas pantai Tiaka desa rata kecamatan Toili oleh PT. Expan dan Pertamina, di lapangan Tiaka juga terdapat cadangan minyak bumi sebesar 110 juta barel. Di Sinorang Kecamatan Batui terdapat cadangan gas 4 trilyun kubik (TCF) yang dapat dimanfaatkan untuk industri petro kimia, elpiji, bahan bakar pabrik, dan pembangkit listrik dan gas. Sementara jenis bahan galian golongan C yang telah mempunyai prospek pasar dilihat dari jumlah, potensi, dan kualitas adalah pasir, batu dan kerikil (sirtukil). Penggunaannya semakin besar karena kebutuhan terus meningkat sejalan dengan perkembangan pembangunan. Khusus menyangkut material agregat ini selain memenuhi kebutuhan lokal yang semakin berkembang seiring dengan makin baiknya ekonomi masyarakat, setiap tahunnya telah diantar pulaukan utamanya ke kalimantan. Dengan demikian prospek ini akan mendorong berkembangnya industri pasir batu kerikil.
    v  Sirtukil, emas, batu pasir dan kuarsa
    v  Investasi sektor pertanian (sub sektor perkebunan)
    Potensi lahan pertanian yang telah dimanfaatkan hingga tahun 2005 mencapai 218.832 Ha (luas panen) .
    Komoditi perkebunan yang diusahakan di Sulawesi Tengah smpai tahun 2004 terdiri atas 16 komoditi dengan luas areal mencapai 479.588 Ha dengan produksi 727.060 ton. Dari total luas tersebut 86,81 % dikelola dalam bentuk perkebunan rakyat dan 13,19 % oleh perkebunan besar swasta.
    v  Lahan pertanian bawang goreng
    v  Perkebunan kakao
    v  Investasi sektor peternakan dan kelautan
    Jenis-jenis ternak yang diusahakan di Sulawesi Tengah antara lain: Sapi, Kerbau, Kuda, Kambing Domba dan Babi, sedang unggas ialah Ayam Ras, Ayam Kampung dan Itik. Jenis-jenis ternak diatas diklasifikasikan sebagai berikut:
    1. Ternak besar, meliputi Sapi, Kerbau serta Kuda
    2. Ternak kecil, meliputi Kambing, Domba serta Babi, dan
    3. Ternak Unggas, meliputi Ayam Ras, Ayam Kampung dan ltik
    v  Budidaya ayam petelur
    v  Property
    v  Perumahan
    Berdasarkan hasil susenas tahun 2006 di Sulawesi Tengah terdapat sebanyak 64,94 % rumah tinggal beratapkan seng. Sementara jenis lantai bukan tanah mempunyai persentase yang lebih tinggi yaitu 87,45 %. Jika silihat dari luas lantai, maka rumah tinggal dengan luas lantai di atas 150 m2 ternyata terbesar beada di kota Palu yaitu 7,59 %, tetapi di kabupaten Tojo Una-Una hanya 1,41 % saja.
    1. Industri
    v  Kerajinan Rotan
    v  Kerajinan Kayu Hitam
    v  Bawang Goreng
    v  Meubelair
    1. A. Kondisi Ekonomi
      1. a. Potensi Unggulan Daerah
    1)        Potensi Sumber Daya Alam
    Potensi Lahan
    1. Kawasan Hutan         4.394.932 Ha.
    – Hutan Lindung      1 .489.923 Ha.
    –  Hutan Suaka & Wisata         500.589 Ha.
    –  Hutan Produksi Tetap      1.476.316 Ha.
    –  Hutan Konversi          251.856 Ha.
    1. Non Kawasan Hutan            1.192.253 Ha.
      1. Untuk Pertanian    672.759 Ha.
    – Sawah         108.067 Ha.
    – Perkebunan           200.074 Ha.
    – Tegalan, Peternakan, Pertambangan dll          519.548 Ha.
    1. Untuk Pemukiman             519.548 Ha.
    2) Potensi Sumber Daya Manusia
    Sampai dengan saat ini Propinsi Sulawesi Tengah tergolong propinsi yang masih jarang pendudukunya, meskipun pertumbuhan penduduknya cukup tinggi.
    Berdasarkan sensus penduduk tahun 1961 jumlah penduduk daerah ini baru 693.157 jiwa, tahun 1971 mejadi 913.662 jiwa, tahun 1980 menjadi 1.284.428 jiwa, tahun 1990 menjadi 1.711.327 jiwa, tahun 2000 menjadi 2.079.201 jiwa dan berdasarkan P4B jumlah penduduk sulawesi tengah mencapai 2.242.916 jiwa pada tahun 2003 serta tahun 2005 menjadi 2.284.659 jiwa.
    3) Potensi Sektor Pertanian dan Perkebunan
    Potensi lahan pertanian yang telah dimanfaatkan hingga tahun 2005 mencapai 218.832 Ha (luas panen) .
    Komoditi perkebunan yang diusahakan di Sulawesi Tengah smpai tahun 2004 terdiri atas 16 komoditi dengan luas areal mencapai 479.588 Ha dengan produksi 727.060 ton. Dari total luas tersebut 86,81 % dikelola dalam bentuk perkebunan rakyat dan 13,19 % oleh perkebunan besar swasta.
    4) Potensi Sosial Budaya
    Suku bangsa Kaili merupakan penduduk mayoritas di Propinsi Sulawesi Tengah, disamping suku-suku lainnya seperti Dampelas, Kulawi dan Pamona. Selain itu secara keseluruhan masih ada suku-suku lainnya yang tidak begitu besar seperti Balaesang, Tomini, Lore, Mori, Bungku, Buol Tolitoli.
    Secara tradisional masyarakat Sulawesi Tengah memiliki seperangkat pakaian adat yang dibuat dari kulit kayu ivo
    Komoditi unggulan
    Sektor Perkebunan yaitu biji kakao yang menjadi andalan Suawesi Tengah hanya diperdagangkan dalam bentuk bahan mentah (raw material export) dengan perolehan nilai tambah yang tidak optimal. Untuk mendapatkan hasil yang berwujud barang setengah jadi atau barang jadi dengan nilai kompetitf yang sangat tinggi untuk peran global dan domestic perlu diolah melalui sentuhan teknologi maju.
    Perairan Sulawesi Tengah yang hampir tiga kali luas daratan mempunyai potensi sumber daya perairan sekitar ± 214.000 ton per tahun dengan pengelolaan lestari sekitar 92.298,20 ton per tahun yang terdapat pada 3 zona yaitu Zona I = Selat Makassar, Zona II = Teluk Tomini dan Zona III = Teluk Tolo dengan berbagai Janis ikan pelagis kecil, ikan pelagis besar, ikan demersal, ikan lain termasuk crustasea udang laut, cumi-cumi, teripang, rumput laut, kerang mutiara dan jenis biota laut lainnya.
    TERIPANG
    Potensi teripang di perairan Sulawesi Tengah berlokasi di :
    –          Perairan Kab Banggai Kepulauan
    –          Perairan Kab. Tojo Una-una
    –          Perairan Kab Toli-toli
    –          Perairan Kab Poso
    –          Perairan Kab Donggala
    NAPOLEON
    Ikan Napoleon merupakan salah satu jenis ikan yang banyak ditemukan diperairan Sualwesi Tengah seperti :
    –          Perairan Kab Banggai Kepulauan
    –          Perairan Kab Tojo Una-una
    –          Perairan Kab Toli-toli
    –          Perairan Kab Poso
    –          Perairan Kab Donggala
    KEPITING KENARI
    Merupakan salah satu Biota yang dilindungi sesuai PP No. 7 Thn 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa. Yang banyak terdapat di Wilayah Sulawesi Tengah seperti :
    –          Kab Banggai Kepulauan
    –          Kab Tojo Una-una
    –          Perairan Kab Tol-toli
    –          Perairan Kab Donggala
    Sektor peternakan yaitu pengembangan komoditi sumber daya peternakan mempunyai prospek investasi yang sangat menarik untuk penggemukan sapi potong. Disamping itu pengembangan jenis ternak lainnya seperti Kambing, Domba Ekor Gemuk, Ayam Buras dan Itik.
    Sektor pertambangan jenis bahan galian batu granit dan marmer memiliki potensi yang cukup menjanjikan baik dari segi luas kawasan dan cadangannya maupun dari segi kualitas dan pemasarannya.
    –          Granit Donggala tersingkap di Pegunungan Gawalise dan Desa Pesaku, 23 Km dari Kota Palu.
    –          Marmer dan Granit Parigi tersingkap di Pegunungan (Perbukitan dan Sungai Morontale Kecamatan Ampibabo, Perbukitan Tolae Kecamatan Sausu, Sungai Parigimpu Kecamatan Parigi, Sungai, Sungai Ogomojalo Lambori Kecamatan Tomini.
    –          Granit Toli-toli, tersingkap di Kecamatan Galang dan Kecamatan Dondo masing-masing 23Km, 65 Km dari Toli-toli dan 430Km dari Kota Palu.
    –          Marmer Poso tersingkap di Pegunungan Pamona Utara 56Km dari Kota Poso dan 276Km dari Kota Palu
    –          Marmer Morowali tersingkap di Pegunungan Korowu Kecamatan Beteleme 200Km dari Kota Poso dan 456Km dari Kota Palu.
    –          Granit Bangkep, tersingkap di desa Lambako 9Km dari Kota Banggai dan di Desa Tolisetubono dan Paisumosoni.
    Sektor Pariwisata, dengan posisi sangat strategis diapit oleh 2 pintu masuk daerah tujuan wisata yaitu Sulawesi Selatan dan Sulawesi Utara, didukung oleh kondisi alam dan budaya yang relative masih sangat alami, daerah Sulawesi Tengah memberikan peluang sangat besar di Sektor Pariwisata.
    1. Wisata Alam
    –          Taman Nasional Lore Lindu (Kab Donggala dan Kab Poso) 230.000 Ha mengandung potensi flora dan fauna tropis khas Sulawesi dan Patung Megalith
    –          Cagar Alam Morowali (Kab. Morowali) 200.000 Ha memiliki sungai jernih, flora dan fauna unik serta dihuni Suku Wana (Masyarakat Tradisonal),
    –          Pemandian alam Kemalingon dan air terjun Pinamula di Kab. Buol.
    –          Taman Laut Pulau Kecil dan Pantai Pasir Putih di Kep. Togean (Teluk Tomini), Tanjung Karang (Teluk Palu), Pulau Labobo Bangkurung (Kab. Banggai Kepulauan)
    –          Danau Poso di Tentena Kab. Poso
    –          Pulau Lutungan Toli-toli, 120Km sebelah Selatan Toli-toli
    –          Pantai Lambungan Pauno di Kec. Banggai Kab Banggai Kepulauan
    –          Panorama Salodik Luwuk, 27Km sebelah Utara Kota Luwuk
    –          Teluk Tomori, Batu Payung terletak di perairan Teluk Tomori Kab Morowali dan Kab Parigi Moutong.
    1. Wisata Agro
    –          Perkebunan, Kolam dan Tambak ikan, antara lain Lembah Napu (Kab. Donggala), Bungku Kolonedale, Beteleme (Kab Morowali), Buol (Kab. Buol) Maleali
    1. Wisata Budaya dan Minat Khusus
    –          Arung Jeram sungai Lariang Kab. Donggala
    –          Peniggalan Purbakala (Kab. Poso)
    –          Tari Paulu Cinde, Pamonte, Nabai Keluku di Kota Palu
     
  • Chandra Alam 6:27 pm on 5 March 2010 Permalink
    Tags: ,   

    Masjid Al-Ikhlas Tanjung Batu.

    Kabupaten Tolitoli adalah kabupaten di Sulawesi tengah yang mayoritas penduduknya ber-agama Islam ( + 90%).Sehingga kota cengkeh ini juga terkenal dengan kehidupan  yang penuh dengan  Religyusnya.
    Banyak sekali Masjid-Masjid berdiri dengan megahnya di kota cengkeh ini.Dan salah satu masjid yang kalau buat kami ,bagus  untuk di kunjungi.Masjid itu adalah Masjid Al-Ikhlas.
    Masjid ini menurut  adalah mesjid yang kecil Mungil.Ukurannya sangat mini dan unik sekali,sekaligus indah untuk di pandang mata.Masjid ini berada di daerah Tanjung Batu.
    Apabila kita menuju Daerah pelabuhan Fery tolitoli maka sebelum masuk di pintu gerbang pelabuhan fery tersebut , masjid nan kecil mungil ini telah menghadang  anda.
    Lihat gambar di atas.Indah, sejuk ,kagum,mungil dan hal-hal yang tidak bisa kita sebutkan,akan muncul kalau kita melihat langsung dengan mata kepala kita sendiri  Masjid ini.
    Sayang sekali kalau anda berada di Tolitoli ataupun kalau berkunjung di Kota cengkeh ini kemudian anda melewatkan untuk mendatangi Masjid ini.Selain mesjid ini sangat indah juga masjid ini berada di kawasan pantai yang dari belakang masjid ini kita juga bisa melihat kawasan pantai kota cengkeh ini.Kalau anda berada di belakang Masjid ini maka aka terpampang kawasan pantai tolitoli yang sangat indah.
     
  • Chandra Alam 6:11 pm on 5 March 2010 Permalink
    Tags: ,   


    Sebanyak lima perempuan dari 30 anggota DPRD Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah, Minggu siang dilantik dan diambil sumpahnya sebagai anggota DPRD Tolitoli periode 2009-2014.
    Gubernur Sulawesi Tengah HB Paliduju menaruh apresiasi yang tinggi atas lima anggota DPRD yang mewakili kaum gender tersebut dalam peran politik dan demokrasi di Sulawesi Tengah.
    Paliudju berharap semoga lima anggota DPRD mewakili perempuan tersebut dapat mengangkat kabupaten Tolitoli melalui peran ibu-ibu. Lima perempuan yang berhasil duduk menjadi anggota DPRD hasil Pemilu 9 April itu adalah, Hj Resnawati Pabelu, St Mu`minang, Nursidah K Bantilan, dan Endang Hartati. Keempatnya terpilih melalui Partai Golkar. Satu anggota dewan lainnya yakni Hj Arna Hi Ardi terpilih dari Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB).
    Bahwasanya kota cengkeh ini adalah salah satu daerah yang cukup sukses dengan program emansipasi ini.Kabupaten ini tidak lagi mempermasalahkan masalah gender,yang ada dalam pemikiran masyarakat ini adalah siapa yang mampu dan baik dalam membangun kota cengkeh ini,itulah yang patut di pilih,tidak memandang dia perempuan atau pria,yang penting dia mampu dan berbobot itulah yang akan di pilih.
    Ini merupakan salah satu kemajuan di daerah yang berjuluk kota cengkeh.Untuk itu marilah kita bangun daerah ini dengan sebaik-baiknya karena semua itu untuk kita-kita juga.Hilangkan sikap egois dan mau menang sendiri,satukan asa dan karsa untuk kemajuan daerah ini.
     
  • Chandra Alam 6:24 pm on 2 March 2010 Permalink | Balas  

    Gbr. pintu gerbang pelabuhan Fery Tolitoli

    Pemerintah Kanupaten Tolitoli Sulawesi Tengah akan mengoperasikan pelabuhan
    penyeberangan kapal feri dari Tolitoli ke Kota Tarakan, Kalimantan Timur, dan sebaliknya.
    “Dalam waktu dekat ini diharapkan, kegiatan operasional pelabuhan dalam rangka pelayanan
    penyeberangan lintas Tolitoli-Tarakan sudah dapat direalisasikan,” kata Wakil BupatiTolitoli,
    Syamsuar Molla, pada sidang paripurna DPRD Tolitoli dalam rangka masa persidangan III
    perubahan APBD Kabupaten Tolitoli tahun 2009, di Tolitoli, Rabu.
    Pelabuhan penyeberangan di dekat pusat ibukota Tolitoli tersebut dibangun dengan
    menggunakan APBN melalui pemerintah provinsi. Pelaksanaan pembangunannya sudah
    dilakukan sejak tahun 2005 dan baru selesai pada tahun 2009.
    Gbr .Pelabuhan Fery Tolitoli


    Syamsuar mengatakan, Pemerintah Provinsi Sulteng telah mengirim surat ke Pemerintah
    Kabupaten Tolitoli 28 Juli lalu tentang Rencana Serah Teima Operasional Pelabuhan
    Penyeberangan dari pemerintah provinsi ke pemerintah Kabupaten.
    Menurut Syamsuar, untuk menindaklanjuti surat pemerintah provinsi tersebut, Pemkab Tolitoli
    telah melakukan perhitungan teknis tentang beban biaya operasional kegiatan pelabuhan yang
    diperkirakan mencapai Rp 145 juta lebih per bulan.
    Pemerintah Kabupaten juga sudah menghitung target pendapatan daerah dari beroperasinya
    pelabuhan penyeberangan tersebut yakni sebesar Rp 168 juta lebih per bulan.
    “Sehingga total selisih anggaran, keuntungan riil bagi daerah sebesar Rp 23 juta perbulan,”
    kata Wabup Syamsuar.
    Kapal yang akan digunakan untuk menghubungkan Tolitoli dan Tarakan adalah KM
    Julung-Julung. Kapal tersebut memiliki kapasitas penumpang 265 orang, Kendaraan roda
    empat tujuh buah serta 20 unit sepeda motor.
    Selain bersedia membiayai operasional pemerintah kabupaten juga diminta untuk menyiapkan
    personil untuk mengoperasikan dermaga tersebut.
    Menurut Syamsuar, dengan dibukanya jalur kapal tersebut pemerintah berharap tidak saja
    mendatangkan pendapatan asli daerah tetapi sekaligus membuka jalur transportasi
    perdagangan antar dua daerah tersebut.
    Beberapa tahun sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Tolitoli telah memiliki kesepakatan
    kerjasama perdagangan dengan Pemerintah Kota Tarakan yang dikenal dengan Kesepakatan
    Totata (Tolitoli-Tarakan-Tawau)
     
    • jimris 1:18 pm on 28 November 2011 Permalink | Balas

      fasillitas pelabuhan
      1. apakah ada fasilitas bongkar muat untuk countener 40 feet?
      2. mohon info biaya bongkar per countener?

  • Chandra Alam 7:30 pm on 1 March 2010 Permalink | Balas
    Tags:   

    Di kota Cengkeh,ada suatu kendaraan rakyat yang masih jadi faforit dari masyarakat kota cengkeh ini.Kendaraan itu adalah kendaraan roda tiga yang di beri nama becak.Kendaraan ini tergolong merakyat,dan sangat santai untuk di naiki oleh siapa  saja.
    Sungguh suatu pemendangan yang indah dan natural sekali,apabila kita ingin melihat kendaraan roda tiga ini.Ngomong-ngomong bensinya adalah manusia,maksudnya tenaga manusia.Biasanya masyarakat di tolitoli sering menyebut pengendara becak ini dengan sebutan abang becak.
    Lihat Gambar dibawah ini,ini adalah salah satu tempat mangkal faforit para abang becak.Biasanya mereka(para abang becak) minum kopi atau makan dan bercanda gurau di tempat mangkal mereka…se-olah-olah mereka tidak merasakan letih sehabis menarik becak.Sungguh kami pribadi sangat kagum dengan daya juang mereka dalam mengarungi kerasnya kehidupan saat ini.
    Pernah kami (penulis) menaiki kendaraan ini,dan kami berbicang dengan abang becak yang sedang mengayuh…sungguh menakjubkan sekali, abang becak tersebut melayani pembicaraan kami juga walaupun dia sementara mengayuh becaknya..woow..dalam hati kami berkata kuat sekali abang becak tersebut.Tidak terlihat ngos-ngosan.Kami tidak bisa bayangkan kalau kami yang begitu.Sudah pasti kurang lebih pingsan..bagaimana tidak..?..sementara mengayuh di ajak bercerita..?…habis napas kami nantinya..!,karena yang di kayuh ini ada isinya..!…berat lagi…”salut !” …”salut !”…”salut dan salut !”,hanya itu yang bisa kami katakan dengan para abang becak tersebut.
    Inilah salah satu potret sisi-sisi kehidupan yang ada di kota cengkeh ini.Dari sini bisa di lihat bahwa masyarakat tolitoli adalah masyarakat yang mempunyai sifat pekerja keras.
    (Chandra Alam)
     
c
Compose new post
j
Next post/Next comment
k
Previous post/Previous comment
r
Balas
e
Sunting
o
Show/Hide comments
t
Pergi ke atas
l
Go to login
h
Show/Hide help
shift + esc
Batal