Penyu Hijau

Tahukah anda bahwa di  Kota Cengkeh ini ada Penyu hijau dan sejenis burung maleo………?
Penyu hijau di kota cengkeh ini terdepat  di Pulau Lingayan, salah satu pulau terluar di Tolitoli, Sulawesi Tengah,dan saat ini Penyu Hijau ini terancam punah menyusul masih maraknya aksi pemburuan satwa laut yang dilindungi tersebut.
Informasi dari “Bachtiar, ketua Pecinta Lingkungan Lingayan” menurutnya “telur dan daging penyu hijau tersebut laku dijual dengan harga yang tinggi. Modus penjualannya melalui daratan Ogotua, masuk ke Tolitoli, sebagian melalui jalur laut, lalu dijual kepada orang tertentu.” Penyu ini kata Bahctiar biasanya bertelur pada saat bulan 11, 12 dan bulan 22 di langit. Pada musim bertelurnya itulah, warga mulai berjaga-jaga menanti penyu hijau itu bertelur.
“Kalau penyunya biasanya mereka pancing dengan menggunakan kail khusus sehingga penyu ini bisa mereka tangkap,” ujarnya.
Selain penyu hijau, penyu sisik di salah satu pulau terluar Tolitoli tersebut juga menjadi incaran oleh para pemburu penyu. Untuk penyu yang satu ini, selain telurnya sisiknya juga bernilai ekonomi tinggi. Bachtiar menduga pelakunya berasal dari Kalimantan dan Kabupaten Donggala.
Di Pulau Lingayan juga terdapat species binatang sejenis Maleo yang oleh masyarakat lokal menyebutnya Molong. Binatang ini berwarna hitam dan besarnya kurang lebih burung Maleo. Species burung ini terbatas yang jumlahnya diperkirakan tidak lebih dari 50 ekor.
Melihat kenyataan ini maka kami mengharapkan agar pemerintah daerah memperhatikan kelestarian satwa-satwa langkah yang ada di daerah ini.
Juga peran serta dari masyarakat dalam membantu pemerintah daerah dalam melindungi satwa langkah yang ada di kabupaten Tolitolitoli sangatlah penting.
Jadi marilah kita saling bekerjasama,bahu – membahu  di dalam melindungi satwa-satwa langkah ini.