Pulau Pinjan / Tanjung Matop

Suaka margasatwa Pinjan/Tg. Matop berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pertanian No.: 445/Kpts/UM/5/1981, tanggal 21 Mei 1981 ditetapkan sebagai kawasan suaka margasatwa dengan luas 1.612,5 Ha yang diperuntukan sebagai tempat perlindungan burung Maleo (Macrocephalon maleo) dan beberapa jenis Penyu seperti Penyu hijau (Chelonia mydas), Penyu sisik (Eretmochelys imbriCata), dan Penyu belimbing. Secara geografis kawasan tersebut terLetak antara 1° 19′ sampai 1° 22′ LU dan 121° 5,5′ sampai 121° 8′ BT, sedangkan menurut administratif pembagian wilayah, suaka margasatwa Pinjan/Tg. Matop terletak di desa Pinjan dan desa Binontoan Kec. Tolitoli Utara, Kabupaten Tolitoli.Suaka margasatwa ini mempunyai batas-batas:
sebelah barat Selat Sulawesi
sebelah timur HPH PT. Regasia
sebelah utara desa Binontoan
sebelah selatan desa Pinjan
Kawasan ini terbagi 2 terdiri dari Tanjung Matop dan Pulau Pinjan.
Menurut Schmidt dan Ferguson, kawasan ini mempunyai tipe ikilm A dengan curah hujan rata-rata 2.302 mm/tahun. Keadaan topografinya dibagian pantai, landai sedangkan dibagian selatan agak curam sampai curam dibagian hulu sungai Pinjan dan sungai Malisa
Kawasan suaka margasatwa ini memiliki tipe ekosistem mulai dari hutan pantai sampai hutan hujan tropis pegunungan. Kondisi hutannya masih baik dan utuh sebagai habitat burung Maleo, Anoa, Babirusa dan beberapa jenis burung endemik Sulawesi dan ini dapat dimanfaatkan sebagai obyek penelitian, rekreasi terbatas dan pendidikan.
    Keadaan flora di SM. Pinjan/Tg. Matop terdiri dari:
    Hutan pantai, Terdapat jenis-jenis pohon Ketapang (Terminalia catappa), Pandan (Pandanus tectorius dan Pandanus littoralis), Kangkung darat (Ipomoea sp.) dan merupakan lokasi bertelur burung Maleo.
    Hutan hujan pegunungan, Terdiri dari jenis-jenis yang mendominasi kawasan hutan di SM. Pinjan/Tg. Matop antara lain: Kayu hitam (Diospyros sp.), Palapi (Heritiera sp.), Uru (Elmerillia sp.), Dama-dama (Canarium.sp.), Damar (Agathis sp.), Jambu-jambuan (Eugenia sp.), Palem kambuno (Palmaceae), kayu pasokan (Shorea sp.) tumbuh dekat pantai pada tebing-tebing tinggi.
      Sedikitnya terdapat beberapa spesies satwa endemik sepert: Anoa (Bubalus sp.), Babirusa (Babyroussa babirusa), Monyet hitam (Macaca sp.), Kus-kus (Phalanger sp.), Musang abu-abu, Biawak (Veranus salvator), satwa lain didaerah pantai terdapat Kura-kura Penyu sisik (Celonle midas), Penyu hijau, Penyu belimbing (Dermochelys corlaceae), Sedangkan satwa burung yang dijumpai yaitu Elang laut coklat, Elang hitam, Rangkong Sulawesi (Aceros cassidix), Kum-kum besar (Ducula sp.), Tekukur (Streopella sp.), Pitta Sulawesi (Pitta celebensis) serta burung Maleo (Macrocepholon maleo) juga burung-burung air dirawa-rawa air asin Bangau putih (Egretta sp.), Pecuk padi dan Pecuk ular (Anhinga molanogaster) dan Srigunting 2 raket (Dicrurus sp.).
      Pendidikan pengenalan hutan hujan, tipe hutan jenis flora dan fauna dan pendidikan bina cinta alam dapat dilakukan disini.
      Obyek penelitian yang ditawarkan sangat banyak antara lain bidang biologi, ekologi, geologi maupun sosial budaya masyarakat suku Bajo (ditepi pantai). Penelitian satwa burung Maleo yang berbeda musim bertelurnya dibanding ditempat lain.
      Keindahan hutan, keindahan alam dan fenomena alam merupakan obyek pemotretan, pembutan film dan bahan publikasi yang tidak akan habis.
      Dikawasan ini (dipantai) telah dilakukan kegiatan penangkaran burung Maleo dapat diamati pada bulan-bulan April, Juni dimana anak-anak Maleo yang baru menetas akan dilepas ke Kabitatnya (hutan).
      Dapat dilakukan pada saat burung Maleo bertelur atau pada saat burung Maleo membuat gundukan tanah.
      Terdapat tiga jalan untuk menuju ke SM.Pinjan/Tg. Matop yaitu melalui jalan darat, laut, atau dengan perhubungan udara (pesawat terbang) dari kota Palu.
      Melalui udara dengan menggunakan pesawat Merpati jenis Cessna. Terbang setiap hari dari Palu-Tolitoli dan memakan waktu ± 50 menit, lau dilanjutkan dengan.
      Melalui perhubungan darat sejauh ± 95 km dari Tolitoli-Santigi-Laulalang-Pinjan dan Binontoan, memakan waktu ± 2 jam.
      Selanjutnya untuk menuju ke P. Pinjan dan Tg. Matop (pantainya) menggunakan speed boat dari Santigi 2-2,5 jam atau melalui logpond PT. Regasia (lebih dekat) memakan waktu ± 10-20 menit