Prima Tani Kabupaten Toli Toli

Proses penentuan lokasi berdasarkan tipe agriekosistem yang dominan dan potensi lahan serta atas saran dan masukan penerintah daerah pada kegiatan sosialisasi Prima Tani tingkat Kabupaten pada bulan Nopember 2006 yang di hadiri oleh Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabuapaten Tolitoli, Kantor Infomasi Penyuluhan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tolitoli dan Kantor Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Tolitoli dan didukung hasil pelaksanaan PRA yang dilakukan oleh BPTP, bersama dengan Dinas Pertanian Kabupaten Tolitoli dan Kantor Infostmasi Penyuluhan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tolitoli. Selain itu Kecamatan Galang Kabupaten Tolitoli yang di dijadikan lokasi Prima Tani merupakan pusat pengembangan Agropolitan sehingga diharapkan Prima Tani bersinergi dengan Agropolitan yang diprogramkan pemerintah daerah.
Organisasi pelaksanan sudah terbentuk baik tingkat Provinsi maupun tingkat Kabupaten ditandai dengan adanya SK Bupati No 188, 45/6905/BAPPEDA-Tli tentang Pembentukan tim koordinasi Pelaksanaan Program perintisan dan akselerasi pemasyarakatan inovasi teknologi pertanian (Prima Tani) tahun 2007 dan SK Kepala Balai tentang Tim Pelaksana Teknis, Tim Teknis BPTP dan pengawas lapangan.
Padi sawah, ternak itik dan ternak sapi merupakan komoditi utama yang dikembangkan petani di Desa Lantapan Kecamatan Galang. Komoditi tersebut di atas merupakan komoditi unggulan Kabupaten Tolitoli. Selain itu pemilihan komoditas unggulan ditetapkan berdasarkan hasil PRA dan konsultasi dengan pemerintah Daerah. Di Lokasi Prima Tani Kabupaten Tolitoli, telah terbentuk kelompok tani, ada KUD dan organisasi perpadi, namun tidak ada yang berfungsi secara optimal. Kelompok Tani belum aktif melakukan pertemuan dan belum ada upaya penguatan modal kelompok. Begitu pula dengan KUD dan perpadi belum berfungsi dengan baik. Hal ini disebabkan oleh: pembinaan belum optimal, modal kelompok belum ada dan manajerial pengurus kelembagaan belum cukup. Akses informasi dan pengetahuan sudah cukup baik karena didukung oleh pemerintah daerah. Sebagai pusat pengembangan Agropolitan pemerintah telah menetapkan langkah-langkah untuk peningkatan informasi dan akses teknologi. Dinas Perdagangan dan Perindustrin sebagai pusat informasi pasar dan untuk akses informasi teknologi ditetapkan BBP Ginunggung sebagai BPP Model untuk mendukung kelancaran informasi teknologi. Pasar imput secara institusional belum terbentuk, namun secara individual telah terbentuk. Sudah ada pengusaha gilingan di Lokasi Prima Tani Kabupaten Tolitoli merintis produk beras keristal dengan pasar tujuan Nunukan dan Mindanau, meskipun hingga saat ini masih sulit untuk masuk ke pasar tersebut. Salah satu penyebabnya adalah kualitas beras belum dapat memenuhi permintaan pasar tersebut terutama jumlah beras patah.
Untuk meningkatkan kinerja teknologi dan kelembagaan maka telah di susun kerangka kerja dalam bentuk Rancang Bangun Kegiatan Primatani di Desa Lantapan, Kecamatan Galang. Rancang Bangun memuat tentang rencana kegiatan inovasi dan kelembagaan serta sasaran akhir yang akan dicapai dalam pengembangan agribisnis industrial pedesaaan (AIP) dan sistem usahatani intensifikasi diversifikasi (SUID).
Klinik Agribisnis Prima Tani Kabupaten Tolitoli telah terbentuk dan telah ditetapkan tupoksinya, namun belum efektif. Penyebabnya adalah pihak BPTP (Manajer) mengalami kesulitan dalam mensosialisasikan program dan tupoksi Klinik Agribisnis kepada stake holders karena keterbatasan pendanaan akibat adanya stagnasi pencairan dana perjalanan. Laboratorium Agribisnis Prima Tani Kabupaten Tolitoli sudah berfungsi baik dari aspek teknis, kelembagaan maupun diseminasi. Terlihat bahwa Laboratorium Agribisnis Prima Tani Tolitoli telah menjadi pusat dan tempat belajar petani di sekitar lokasi, sehingga dapat berfungsi sebagai media diseminasi. Begitupula dengan kelembagaan, di Prima Tani Kabupaten Tolitoli sudah mulai terlihat. Kelompok tani sudah mulai melakukan perbaikan administrasi, terutama yang berkaitan dengan ke administrasian dan keuangan kelompok. Saat ini kelompok sudah mulai menumpuk modal untuk pengembangan usahataninya. Jumlah kelompok tani yang terlibat langsung pada kegiatan Prima Tani Kabupaten Tolitoli sebanyak 4 kelompok dengan jumlah anggota 134 orang. Selain itu, kelompok tani lain yang berasal dari desa tetangga telah ada yang dengan suka rela datang berkunjung ke kelompok tani di Desa Binaan Primatani Kabupaten Tolitoli.
Kegiatan lapangan pengembangan PTT padi sawah dan pemeliharaan ternak itik di lahan sawah baru berjalan sekitar 40 hari. Hasil pengamatan pertumbuhan tanaman dan ternak itik cukup baik Permasalahan yang muncul pada pertanaman padi adalah adanya serangan penggerek batang dan hama putih palsu. Ternak itik sudah dilepas pada areal persawahan sejak umur tanaman padi sekitar 30 hari dan sudah ada sekitar 10% itik yang bertelur. Kelompok tani di wilayah Prima Tani Kabupaten Tolitoli belum mempunyai akses permodalan. Kesulitan mengakses permodalan disebabkan oleh adanyan tunggakan KUT dari kelompok tani sehingga tidak dapat memperoleh dana dari luar (BRI). Namun secara perorangan telah menjaling kerja sama dengan daerah lain untuk pengembangan pemasaran hasil panen. Untuk pasar input telah terjaling kerjasama antar petani secara perorangan dengan tuan/pengusaha gilingan baik untuk input maupun untuk output. Sedangkan untuk pengusaha gilingan sudah ada yang dapat mengakses permodalan seperti dana dari LUEP. Permasalahan yang berkaitan dengan dana dari LUEP adalah rentang waktu pengembalian sangat singkat. Informasi dari beberapa pengguna dana LUEP bahwa pencairan dana rata-rata pada bulan Juli hingga September sementara waktu pengembalian jatu tempo pada pertengahan bulan Desember tahun berjalan sehingga menyulitkan pengguna dalam pengembaliannya karena adanya denda yang cukup tinggi bila tidak mampu mengembalikan pada pertengahan Desember.
Sinergi program antara pemerintah daerah ditandai dengan adanya program Agropolitan yang dikembangkan di wilayah Prima Tani. Sinergi yang di bangun ai wilyah Prima Tani Kabupaten Tolitoli adalah bahwa program pemerintah daerah memprioritaskan pembangunan sarana dan prasarana baik jalan, irigasi dan lantai jemur untuk kelompok tani sedangkan Prima Tani mempokuskan pada pembinaan dan penerapan inovasi teknologi baik budidaya maupun panen dan pasca panen. Kegiatan ini akan dikembangkan oleh Prima Tani bersama dengan Kantor informasi penyuluhan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tolitoli. Meskipun demikian pada awal kegiatan beberapa intiansi pemerintah daerah terliahat ada keragu-raguan namun dalam perjalan kegiatan tahun 2007 ada beberapa instansi yang menempatkan kegiatan pada lokasi Prima Tani Kabupaten Tolitoli dengan tujuan mendukung program Prima Tani.
Tabel Kegiatan Dinas Terkait pada Kegiatan Prima Tani Kabupaten Tolitoli 2007
No Instansi Jenis Kegiatan Volume Nilai Rp.
1. Dinas Kinpraswil 1. Peningkatan Jalan

Usahatani

2. Perbaikan saluran

Irigasi

3. Pengaspalan Jalan Ke

Desa Lokasi Prima Tani

2 km

4 km

1, 5 km

114.200.000

2. Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura 1. Pengalokasian Benih

Berbantuan (100 ha)

30 ton
3. Dinas Perikanan dan Kelautan 1. Benih Ikan Mas

2. Nila

17450 ekor

12.600 ekor

4. Badan Perencanaan dan Pembanguan Daerah Rapat Kordinasi 2 kali

Sumber berita (Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Sulawesi Tengah)